Web
2.0
Definisi Web 2.0
Istilah tentang web 2.0 dikeluarkan pada
tahun 2004 oleh Dale Dougherty pada sebuah konferensi mengenai aplikasi web.
Setelah melalui berbagai pembahasan dan perdebatan akhirnya disepakatilah bahwa
web 2.0 bukanlah sebuah hipotesa atau teori atau paradigma ataupun metodologi
dalam membangun aplikasi web. Web 2.0 adalah istilah untuk suatu aplikasi web
yang berorientasi proses bisinis dan arsitektur layanannya mengedepankan
kontribusi dari setiap penggunaannya serta memberikan fitur-fitur yang
mempermudah pengguna untuk mempersonalisasi kebutuhannya.
Kelebihan
dari Web 2.0
Dalam perkembangannya, aplikasi web yang
dibangun dengan menggunakan orientasi web 2.0 ternyata dirasakan mempunyai
beberapa nilai positif. Nilai positifnya adalah sebagai berikut :
1. Web
2.0 berhasil menyajikan sebuah layanan yang komprehensif pada platform apapun.
Cukup menggunakan sebuah browser dan melakukan koneksi dengan server maka
setiap orang sudah dapat menggunakannya.
2. Dalam
penggunaannya, web 2.0 lebih mudah digunakan karena aplikasinya berjalan secara
terpusat di server, pengguna tidak perlu repot lagi untuk memperbaharui
aplikasi mereka secara mandiri.
3. Dalam
segi pemrograman, web 2.0 memiliki teknik pemrograman front-end yang relatif
ringan hal ini dikarenakan web 2.0 adalah sebuah aplikasi yang berjalan di
sebuah browser, sehingga mudah untuk digunakan kembali (reuse).
4. Kelebihan
orientasi web 2.0 dibandingkan dengan web 1.0 (aplikasi yang layanannya hanya
berorientasi pada pemenuhan tujuan bisnis) adalah lebih cepat dan lebih mudah
mengumpulkan data karena kontributornya berasal dari berbagai sumber, tingkatan
dan bidang keahlian.
Kriteria
Web 2.0
Biasanya terdapat tiga kriteria yang
harus dipenuhi sebuah aplikasi web agar dapat dinilai sebagai aplikasi web 2.0
(Zibriel dan Supangkat, 2008).
1. Menggunakan
SOA (Service Oriented Architecture)
Web 2.0 umunya menggunakan SOA,
dalam melaksanakan fungsinya sebagai penyedia layanan. SOA adalah sebuah konsep
arsitektur sistem komputer yang membuat
dan menggunakan langkah-langkah proses
bisnis dalam bentuk paket layanan. Bentuk paket layanan
yang dimaksud oleh SOA untuk berusaha membungkus kerumitan
yang terjadi dari
sudut pandang pengguna
sistem. Penggunaan SOA memungkinkan perancang sistem untuk
menghubungkan berbagai aplikasi yang berlainan jenis tanpa perlu
disadari oleh penggunanya. Oleh
karena itu implementasi
SOA biasanya menggunakan
GUI (Graphic User Interface)
untuk membungkus cara
kerja aplikasi yang
sebenarnya. Karakter utama dari
aplikasi SOA adalah
layanan yang menunggu
secara terus-menerus untuk digunakan.
2. Menggunakan
RIA (Rich Internet Application)
RIA adalah aplikasi web yang dapat
memberikan fitur apapun fungsi aplikasi desktop
kepada para penggunannya.
Artinya beberapa keunggulan
atau kemudahan pada saat
menggunakan aplikasi yang
berjalan di atas
desktop dapat dilakukan juga oleh aplikasi web RIA yang berjalan di
suatu server serta diakses oleh pengguna
sistem hanya dengan
menggunakan bantuan sebuah browser. Contoh dari kemudahan
aplikasi desktop yang telah beradaptasi
oleh aplikasi web RIA
adalah fitur drag-and-drop
fitur shortcut, fitur
recovery. Pada umumnya aplikasi
web RIA hanya
mengirimkan sejumlah data
yang diperlukan client tetapi
tetap menyimpan seluruh
data utama (seperti
status pengguna) pada sisi
server aplikasi. Contoh teknologi
yang digunakan untuk mewujudkan RIA adalah Flash dan Ajax.
3. Menggunakan
pendekatan Social Web
Kriteria yang terakhir yang
sekaligus merupakan daya tarik dari aplikasi
web 2.0 adalah menggunakan pendekatan
social web dalam memperkaya
layanan yang diberikan. Dalam
konsep social web
setiap pengguna aplikasi
web (terdaftar atau tidak)
diminta untuk saling
berkolaborasi untuk menambah, menghapus, menyunting ataupun
mengategorikan konten dari sebuah layanan sehingga kualitas
dan kegunaan layanan
benar-benar ditentukan oleh kontribusi dari
setiap pengguna layaknya
sebuah komunitas dalam
dunia nyata.
PHP
dan MySQL
PHP
merupakan bahasa pemrograman
untuk script web
server-side. Bahasa pemrograman PHP diciptakan pertama kali oleh Rasmus
Lerdorf, seorang pemrogram C yang sangat handal. Semula PHP hanya digunakan untuk mencatat seberapa jumlah
pengunjung pada hompage-nya.
Rasmus adalah salah
seorang pendukung open source.
Karen itulah ia
mengeluarkan Personal Home
Page Tools versi 1.0 secara
gratis atau freeware pada tahun 1995. Setelah mempelajari
YACC dan
GNU Bison, Rasmus
menambah kemampuan pada
PHP 1.0 dan menerbitkan PHP
2.0 sebagai pengembangan
dari PHP 1.0
yang telah ada sebelumnya.
PHP 2.0 mampu berhubungan dengan database
dan dapat diintegrasikan dengan
HTML. Pada tahun
1996, PHP telah
digunakan oleh banyak
website di dunia. Sebuah
kelompok pengembang software
yang terdiri dari
Rasmus, Zeew Suraski, Andi
Gutman, Stig Bakken,
Shane Carveo dan
Jim Winstead bekerja selama tujuh bulan untuk melakukan
penyempurnaan terhadap PHP 2.0, akhirnya pada
tanggal 6 Juni
1998, PHP 3.0
resmi dikeluarkan ke
dunia pemrograman. Pada
pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut
dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai.
Versi ini banyak
dipakai sebab versi
ini mampu dipakai
untuk membangun aplikasi web
kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang
tinggi. PHP versi
4.2 telah diterbitkan
pada tanggal 22
April 2002 dengan
log kelompok fungsi, sampai
dengan versi 4.3.7
tercatat 125 kelompok
fungsi yang dimiliki oleh PHP.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0.
Versi ini adalah versi yang paling mutakhir dari PHP.
PHP memiliki beberapa kelebihan yang
tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa sejenisnya, yaitu:
1. Bahasa pemrograman
PHP adalah sebuah
bahasa script yang
tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
2. Web Server
yang mendukung PHP
dapat ditemukan dimana
- mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan
configurasi yang relatif mudah.
3. Dalam
sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis -
milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
4. Dalam
sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa
scripting yang paling mudah
karena referensi yang banyak.
5. PHP adalah
bahasa open source
yang dapat digunakan
di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat
dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan
perintah-perintah sistem.
MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program pembuat
database yang bersifat
open source. MySQL
sebenarnya produk yang
berjalan pada platform Linux.
Karen sifatnya open source, maka MySQL
dapat dijalankan pada semua platform
baik Windows maupun
Linux. Selain itu,
MySQL juga merupakan program
pengakses database yang
bersifat jaringan sehingga
dapat digunakan untuk aplikasi
multi user (banyak
pengguna). Saat ini
database MySQL telah digunakan hampir oleh semua programmer database,
apalagi dalam pemrograman web.
Kelebihan lain
dari MySQL adalah
menggunakan bahasa Query
standar yang dimiliki SQL
(Structure Query Language).
SQL adalah suatu
bahasa permintaan yang terstruktur
yang telah distandarkan
untuk semua program pengakses database seperti Oracle,
Posgres SQL, SQL Server, dan lain-lain.
MySQL sebagai sebuah
program penghasil database, tidak dapat
berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). MySQL dapat
didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open source
seperti PHP maupun yang tidak, yang ada pada platform
Windows seperti Visual Basic,
Delphi, dan lainnya.



