Minggu, 07 November 2010

Mengatasi Lupa Password Windows 7 Dengan Ophcrack


lupa password
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah;
Download software Ophcrack disini.
Setelah itu lalu Ophcrack dibakar sebagai CD bootable disk. CD inilah yang akan digunakan sebagai CD bootable yang akan saya jelaskan penggunaannya dibawah ini.

Inilah langkah-langkah menggunakan Ophcrack;
  1. Restart komputer Anda kemudian atur CD/DVD drive sebagai first boot.
  2. Masukkan Ophcrack Live CD yang baru saja Anda bakar tadi. Ophcrack LiveCD akan segera memulai proses boot, seperti yang ditunjukkan pada langkah berikut ini.lupa password
  3. Anda tidak perlu melakukan apapun pada gambar diatas. Ophcrack LiveCD akan terus secara otomatis dan setelah boot Otomatis dalam beberapa detik akan muncul layar berikut;password lupa
  4. Baris teks diatas adalah rincian perintah sebagai persiapan untuk mengisi program perangkat lunak Ophcrack LiveCD yang akan memulihkan password terenkripsi pada hard drive Anda.lupa password windows
  5. Gambar diatas menunjukka proses boot LiveCD Ophcrack. Mungkin muncul dan menghilang sangat cepat sehingga Anda mungkin susah membacanya. Pesan ini hanya mengkonfirmasi bahwa sebuah partisi dengan informasi password terenkripsi di dalamnya telah ditemukan pada hard drive Anda. Letak password ini pada umumnya dalam C:/Windows/System32/config. Itu adalah berita bagus! Selanjutnya akan muncul jendela seperti berikut; windows password lupa
  6. Layar diatas adalah tampilan penuh dari software Ophcrack LiveCD. Ophcrack akan mencoba recovery  password semua account pengguna yang ditemukan pada komputer Anda. Disinilah proses password cracking berjalan otomatis.
  7. Hal penting di sini adalah silakan amati account yang tercantum di kolom User (kolom 1) dan password yang tercantum di kolom NT Pwd (kolom 6). Jika account user yang Anda cari tidak terdaftar, Ophcrack tidak menemukan account tersebut pada komputer Anda. Jika kolom NT pwd kosong untuk user tertentu, berarti passwordnya belum dipulihkan.
  8. Jika cracking password Ophcrack untuk user sudah bertuliskan [empty], Anda sekarang tahu bahwa Anda dapat login ke account tanpa password sama sekali, dengan asumsi bahwa user account diaktifkan.
  9. Setelah Ophcrack menghapus password account yang Anda maksud, menuliskannya, keluarkan disk Ophcrack LiveCD dari drive optik Anda dan restart komputer Anda. Anda tidak perlu keluar dari perangkat lunak Ophcrack, tidak akan berbahaya bagi komputer Anda untuk merestart sementara program ini berjalan.
Pada langkah berikutnya, seharusnya Anda sudah bisa logon ke Windows tanpa password. Semoga berhasil!. Masalahnya anda belum terpecahkan? Langkah pamungkas adalah install ulang.

Crimping Cable Network

Kamis, 04 November 2010



Udah tau crimping apa belum? Bagi kawan – kawand network pasti udah tau tuh. Tapi ini pelajaran STM ada. Bagi yang belum tahu, Jadi saya share juga disini urutan warnanya plus fungsinya. Soalnya penting banget bagi kalian yang bekerja di jaringan.
Penjelasan gambar warna di atas:
Straight
1. Putih Orange —— 1. Putih Orange
2. Orange —— 2. Orange
3. Putih Hijau —— 3. Putih Hijau
4. Biru —— 4. Biru
5. Putih Biru —— 5. Putih Biru
6. Hijau —— 6. Hijau
7. Putih Coklat —— 7. Putih Coklat
8. Coklat —— 8. Coklat
Cross
1. Putih Orange —— 3. Putih Hijau
2. Orange —— 6. Hijau
3. Putih Hijau —— 1. Putih Orange
4. Biru —— 4. Biru
5. Putih Biru —— 5. Putih Biru
6. Hijau —— 2. Orange
7. Putih Coklat —— 7. Putih Coklat
8. Coklat —— 8. Coklat
1. EIA/TIA-568A & EIA/TIA-568B merupakan standar internasional pengkabelan dengan jack RJ-45 dan kabel UTP/STP kategori 3, 5, dan 6 (4 twisted pair) yang digunakan dalam teknologi ethernet dan PABX. Dua standar (A & B) digunakan untuk crossover cable. Ujung satu dengan standar A, dan ujung lainnya dengan standar B.
2. Urutan dengan standar EIA/TIA-568A (putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat) dan EIA/TIA-568B (putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat) biasa digunakan untuk interkoneksi antar hardware maupun antar jaringan. Penggunaan susunan yang lain diperbolehkan, namun harus memenuhi kriteria pada no. 3 dan seterusnya.
3. Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN.
4. Pin 3 & 6, dalam ethernet digunakan sebagai Rx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN.
5. Pin 4 & 5 (dalam wikipedia disebut sebagai “the central two pins”) digunakan untuk membawa sinyal telepon (internet bukan hanya ethernet) atau sinyal suara dalam standar telekomunikasi. Bahkan RJ-11 bisa dimasukkan ke port RJ-45. Untuk keperluan ini, sudah seharusnya jadi 1 pair di tengah (biasanya biru – biru putih)
6. Pin 7 & 8, biasanya digunakan untuk teknologi Power over Ethernet (PoE), yaitu untuk meningkatkan power pada perangkat VOIP, wireless LAN access point, webcam, ethernet hub, komputer, dan perangkat lain yang tidak memungkinkan untuk memberikan suplai power secara terpisah.
Dalam hal ini tentunya pin 7 & 8 harus merupakan 1 pair (biasanya putih coklat – coklat).
Jadi kesimpulannya, susunan warna lain diperbolehkan, asal tiap pair tetap dibedakan penempatan berdasarkan fungsinya agar mendukung penggunaan hardware selain PC dalam jaringan.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Mungkin Anda pernah membaca status teman di Facebook yang dibawahnya ada tulisan “melalui Facebook untuk Blackberry” seperti gambar di bawah ini:
sebenarnya kita juga bisa menulis status seperti ini tanpa menggunakan BlackBerry, artinya walaupun kita mengupdate status dari komputer, yang terlihat adalah tulisan Facebook untuk Blackberry, seperti aku juga membuat aplikasi update status sendiri bernama Himatika FMIPA Unhas yang bisa diakses di sini
Yang perlu Anda ketahui, membuat aplikasi update status ini gratis dan mudah, artinya Anda tidak perlu memahami bahasa pemrograman ataupun sejenisnya. Sebagai contoh aku akan membuat aplikasi update status bernama Rumah Chimank. Ikuti langkah-langkahnya
1. Login ke akun Facebook Anda
2. Buka aplikasi Status Generator yang beralamat di http://apps.facebook.com/statusgen/
3. Izinkan aplikasi mengakses data diri Anda

4. Sampai di halaman utama, klik Create (lihat gambar di atas)
5. Akan muncul halaman Create (lihat gambar di atas), halaman ini jangan diclose sampai semua langkah selesai
6. Buka halaman Facebook Pengembang di sini
7. Apabila Anda menemui halaman konfirmasi, klik Izinkan/Allow

8. Lihat bagian kanan atas, klik tombol Atur Aplikasi Baru atau Setup New Application (lihat gambar)
9. Perhatikan gambar di atas, tulis nama aplikasi, apabila Anda menulis Rumah Chimank, maka status Anda akan bertuliskan melalui/via Rumah Chimank
10. Klik Setuju lalu klik tombol Buat Aplikasi Baru

11. Apabila ada pemeriksaan keamanan, tulis sesuai contoh di atas, lalu klik tombol Submit
12. Apabila ada pesan error dari Facebook (bukan karena kesalahan memasukkan kata pada pemeriksaan keamanan) klik di sini (apabila tidak muncul pesan error, langsung ke langkah 13) maka akan terbuka halaman Facebook | Pengembang (lihat gambar atas) klik nama aplikasi yang Anda buat, misal Rumah Chimank, letaknya di kolom Aplikasi Saya. Apabila nama aplikasi yang Anda buat tidak ada dalam daftar, ulangi lagi dari langkah 6
13. Setelah halaman terbuka, klik tombol Sunting Pengaturan
14. Pada kiri halaman, ada menu seperti di atas, klik tombol Facebook Integration
15. Isi Halaman Kanvas/Canvas Page, apabila Anda menulis rumahchimank (tanpa spasi) seperti contoh, alamat aplikasi Anda yaitu http://apps.facebook.com/rumahchimank
16. Ganti Canvas Type ke Fbml (lihat gambar)
17. Klik Simpan Perubahan


18. Kembali ke halaman berjudul Status Generator di Facebook, isikan Application ID, API Key, Secret, Application Name, dan Canvas Page sesuai yang ada di halaman berjudul Facebook | Pengembang sebagai contoh lihat gambar di atas
19. Klik tombol Tekan tombol ini di halaman Status Generator
20. Bila berhasil, akan muncul tulisan di atas, bila ada yang salah, ulangi langkah 18
21. Buka Facebook | Pengembang di sini -> klik nama aplikasi (misal: Rumah Chimank) -> Sunting Pengaturan -> Facebook Integration -> Isi URL Kanvas dengan kode yang didapat di langkah 20
22. Klik Simpan Perubahan
23. Aplikasi selesai dibuat, sebagai percobaan buka aplikasi Anda,
24. Tuliskan status Anda, misal di rumah, lalu klik Update Status Anda
25. Buka profil Anda, dan Anda akan melihat tulisan seperti ini XD26.
Selesai, silahkan mengupdate status Anda, untuk mempercantik aplikasi, buka halaman Facebook | Pengembang lalu klik Sunting Pengaturan (seperti langkah 13) dan ganti ikon dan logonya.

Sekilas tentang Yahoo Koprol

Minggu, 10 Oktober 2010

Apa sih sebenarnya KOPROL ini? Apakah semacam Fesbuk berbahasa Indonesia? Atau situs lokal penjual alat-alat olaharaga? Bukan! Koprol ngga menjual barang atau jasa apapun, koprol ada jejaring sosial yang berbasis lokasi, buatan orang Indonesia.
Koprol
Adalah Satya Witoelar, dibalik keberadaan Koprol ini. Beliaulah yang mempunyai ide untuk membuat jejaring sosial mobile ini. Di Koprol, kita diajak untuk merasakan pengalaman baru dalam bersosial, dimana kita bisa mengetahui lokasi teman kita berada.
Keunggulan Koprol dibanding jejaring sosial lain seperti Twitter dan Plurk adalah fitur Chek In. Dimana kita bisa menginformasikan lokasi keberadaan kita kepada teman-teman yang tehubung dengan Koprol. Lewat Koprol, kita juga me-review berbagai tempat yang telah tercantum didalamnya. Mencari tempat makan terfavorit, lokasi hang-out yang cozy atau lahan mur-mer yang appropriate.
Lokasi kalian belum ada di dalam Koprol? Just suggest any place you like. Your office buildings, your apartment, your tennis court, whatever! You can be anywhere you like in Koprol. Kecuali tempat-tempat berikut: Rumah Saya, Kamar Mandi Wanita di PIM 2, dan tempat-tempat ngga masuk diakal lainnya.
Belum tergabung dengan Koprol? Don’t be the last one. Join now before you grow old and forget how fun is to be connected!

Chatting di hp dengan mig33

Minggu, 03 Oktober 2010

Hai anak nongkrong. . .
Mungkin sebagian dari kamu pengguna PC terbiasa chating dengan menggunakan fasilitas chating yang berjalan pada sistem operasi windows, macintos, ataupun linux.

Hmmm. . . Udah tahu belum bahwa sebenarnya kamu juga dapat melakukan chating menggunkan handphone yang kamu pakai dengan menggunkan aplikasi yang berplatform java.
Dengan semakin murahnya tarif akses data (gprs/3g) dari berbagai operator, chating pada hand phone sekarang merupakan sebuah tren. Dan mungkin malah sebaian daripada pengguna hp yang jarang menggunakan pc lebih senang chating menggunkan hp. Chating pada hp memiki beberapa keuntungan, karena dapat dilakukan kapanpun dan dimana pun. Contohnya saja jika kita sedang menunggu seseorang, ya daripada kamu bete2an sambil mikirin ya nggak2, kamu bisa iseng-iseng chating.
Salah satu applikasi yang banyak dipakai oleh para pengguna mobile chat adalah mig33 . Pengguna applikasi mig33 sangatlah banyak dan semakin bertambah.



Photobucket


Mig33 mempunyai daya tarik yang lebih daripada yang lainya maka mig33 saat ini merupakan mobile chat yang paling banyak digemari.
Untuk dapat melakukan chating pada mig33, kamu dapat melakukan langkah- langkah sebagai berikut.
1. Pastikan GPRS pada hp kamu udah aktif.
2 . Kunjungilah wap.mig33 .com dan buatlah account mig33 . Pada bagian ini kamu akan diminta melakukan registrasi dengan menggunakan no hp kamu jangan lupa gunakan format ( contoh: 62815 ..... bukan 0815...). Nanti pada no hp kamu akan dikirimkan sebuah code untuk mengaktifasi account kamu.
3 . Download aplikasi mig33 dan jalankan pada hp.
4 . Masukanlah code yang telah dikirimkan mig33 melalui sms. Selajutnya kamu bisa melakukan chating, dan berkenjung ke berbagai room yang ada.
NB:
Jika gagal login, kamu dapat menggunakan type coneksi menjadi manual conection dengan mengganti port 25 menjadi 9119.
Selain pada hp, kamu juga bisa melakukan chating pada pc. Caranya anda bisa chating di www.mig33 .com dengan login menggunakan account mig33 yang anda punya. Selain itu kamu juga bisa menggunakan emulator yang dapat menjalankan aplikasi java pada pc kamu, contohnya sjBoys. Kamu bisa mendownload aplikasi mig33 di www.getjar.com atau Klik di sini
Gimana? Mudahkan?. . . Good luck plend.



add nikQu nah klu sdh di coba ---> c.h.i.m.a.n.k.-

Badik Titipan Ayah

Sabtu malam (02/10), teman-teman pesbuk pada rame nulis status yang hampir-hampir sama. Jarang-jarang lho. Apalagi ini cuman tentang sebuah tayangan FTV di SCTV. Sebenarnya ceritanya biasa aja bagi sebagian orang. Menjadi tidak biasa, khusunya bagi suku Bugis-Makassar karena cerita yang diangkat adalah tentang adat istiadat Bugis Makassar.

Dibalik Cerita "Badik Titipan Ayah"
Badik Titipan Ayah berlatar belakang masyarakat Bugis-Makassar tentang perjuangan mempertahankan harga diri keluarganya. Alkisah Karaeng Tiro (diperankan dengan baik oleh Aspar Paturusi) dan istrinya Karaeng Ca’ya (diperankan sangat cemerlang oleh Widyawati) dilanda prahara keluarga yang sangat memalukan yaitu anak gadis mereka Andi Tenri (Tika Bravia) kawin lari (silariang) dengan kekasihnya yang bernama Firman.

Tenri yang terlebih dahulu hamil sebelum menikah ini berharap bahwa Tetta (panggilan Ayahnya) akan menyetujui hubungannya dengan Firman. Namun sang Ayah yang tidak menyetujui hubungan mereka karena masa lalu yang tragis menimpa Keluarga Karaeng Tiro dan keluarga Firman. Tetta yang marah karena anak gadisnya memilih kabur dari rumah, meminta anak lelakinya mencari mereka dan membunuhnya dengan badik warisan. 
Budaya Siri dan Kawin Lari (silariang)
Di dalam kebudayaan Bugis Makassar, ada istilah yang dikenal dengan kawin lari (silariang), yaitu ketika seorang pria membawa kabur seorang wanita yang dicintainya. Bagi keluarga si wanita, ini merupakan suatu hal yang sangat memalukan (siri).

Kawin lari sendiri bisa disebabkan karena berbagai hal. Misalnya hubungan yang tidak disetujui oleh orang tua karena perbedaan ini itu, hamil di luar nikah ataupun keinginan untuk menikah namun belum siap secara materi dan finansial. Maka kawin lari jadi alternatif, walaupun akibatnya bisa fatal bahkan nyawa bisa melayang. Nah lho..??

“ Untuk orang bugis makassar, tidak ada tujuan atau alasan hidup yang lebih tinggi daripada menjaga Siri’nya, dan kalau mereka tersinggung atau dipermalukan (Nipakasiri’) mereka lebih senang mati dengan perkelahian untuk memulihkan Siri’nya dari pada hidup tanpa Siri’. Mereka terkenal dimana-mana di Indonesia dengan mudah suka berkelahi kalau merasa dipermalukan yaitu kalau diperlakukan tidak sesuai dengan derajatnya. Meninggal karena Siri’ disebut Mate nigollai, mate nisantangngi artinya mati diberi gula dan santan atau mati secara manis dan gurih atau mati untuk sesuatu yang berguna." Shelly Errington (1977 : 43)

Sebenarnya kawin lari hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang termasuk dalam konsep siri' ini. Intinya, siri itu adalah malu atau perbuatan yang memalukan atau mencemarkan nama baik keluarga. Mungkin konsep siri inilah yang mendarah daging sehingga orang Bugis Makassar menjadi terkenal dengan wataknya yang keras dan pemberani (rewa).

Sejalan dengan perkembangan zaman, konsep siri ini semakin hari makin terkikis keberadaannya. Bahkan banyak orang Bugis Makassar sendiri tidak memahami esensi dan nilai-nilai yang terkandung di dalam konsep siri.

GAJAH MADA ASLI DARI PULAU BUTON

Jumat, 01 Oktober 2010

GAJAH MADA LAHIR DI PULAU BUTON DAN LOKASI WAFATNYA ADA DALAM SEBUAH GUA DI KEPULAUAN WANGI-WANGI

 Oleh : Ali Habiu
Siapa itu Gajah Mada…??
Leo Suryadinata mengakui, sejarah awal kehidupan Gajah Mada tidaklah begitu jelas. Namun, Encarta Encylopedia berani memperkirakan Gajah Mada lahir tahun 1290 M. Jadi, ia lahir dan besar tatkala terjadi transisi antara kekuasaan Raden Wijaya kepada Jayanagara. Pembacaan atas tokoh Gajah Mada kerap dihubungkan dengan dimensi supernatural. Ini sulit dihindari, oleh sebab masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, memang menilai tinggi dimensi tersebut. Berdasarkan petunjuk spiritual menyebutkan bahwa Gajah Mada merupakan anak pertama dari pasangan Si Jawangkati dengan Lailan Mangrani. Sijawangkati merupakan pembantu Si Malui dan adiknya bernama Si Baana dan sebagai manusia yang kedua datang di pulau Buton. Si Jawangkati dating ke pulau Buton menemani Si Malui dan Si Baana pada hari bulan sya’ban tahun 634 Hijriah dengan menumpangi behtera kapal bernama “Popanguna” berbenderakan Buncaha yakni bendera dengan motif warna kuning hitam selang-seling yang tak lain adalah bendera kerajaan asal leluhurnya dari daerah Bumbu negeri Melayu Pariaman. Pada akhir tahun 1236 M, Si Jawangkati beserta tuannya terdampar di sebelah utara timur laut Buton yakni “kamaru” dengan bentengnya bernama “Wonco”. Si Jawangkati dengan memimpin rombongan kecil berpamitan dengan Si Malui dan Si Baana untuk mencari daerah hunian baru dan setelah ditemukan hunian ini bernama “Wasuembu”. Setelah menemui tempat baru ini Si Jawangkati langsung membuat perkampungan serta benteng pertahanan bernama “Koncu” di Wabula. Tak lama berselang kedatangan Si Jawangkati di pulau Buton, maka datanglah serombongan para anak-anak bangsawan dari pulau Jawa. Anak-anak bangsawan tersebut tak lain adalah Raden Sibatara, Raden Jutubun dan Lailan Mangrani yang merupakan anak-anak dari Raden Wijaya sebagai Raja Mataram sebelum gabung dengan Majapahit. Kedatangan ketiga anak-anak Raden Wijaya tersebut bukan tidak beralasan, mereka dating atas petunjuk ghaib yang diterima oleh dukun atau penasehat istana kerajaan Majapahit untuk memerintahkan anak-anak Raden Wijaya tersebut mencari suatu pulau yang terdapat di Wilayah Timur Nusantara bernama pulau Buton. Setelah menemui pulau Buton ketiga anak-anak Raden Wijaya diperintahkan untuk membangun Bandar perniagaan. Kedatangan putra putrid Raja Majapahit itu menggunakan dua Armada antara lain satu armada dipimpin oleh Raden Sibahtera dengan adiknya Lailan Mangrani disertai dengan 40 pengikutnya, sedangkan armada yang satu dipimpin oleh Raden Jutubun beserta 40 pengawalnya. Kedua armada tersebut masing-masing membawa bendera leluhurnya yang dipasang diburitan kapal dengan warna bendera merah putih dan bendera ini dinamai “dayialo”. Kedua armada ini setelah tiba di laut Buton selanjutnya disambut oleh Si Jawangkati dan Si Tamanajo di teluk Kalampa tempat kedua armada tersebut berlabuh. Tak lama berselang beberapa tahun kemudian setelah Raden Sibahtera telah dinobatkan menjadi Raja Pertama Buton dengan permaisurinya bernama gelar Wa Kaa Kaa atau nama aslinya Mussarafatul Izzati Al Fakhriy, maka kawinlah Si Jawangkati dengan Lailan Mangrani. Hasil dari perkawinan Sijawangkati dengan Putri Raden Wijaya di pulau Buton ini membuahkan 3 (tiga) orang anak, yakni 2 (dua) laki-laki dan 1 (satu) perempuan.  Nah..., anak pertama Si Jawangkati bersama Lailan Mangrani ini adalah seorang bayi yang cukup besar dan berparas jelek dan diberi nama Gajah Mada.  Mulai umur 3 tahun Gajah Mada ini memiliki kelebihan-kelebihan luar biasa baik secara kekuatan fisik maupun instinksi dan setelah usia mencapai 7 tahun maka dilatihlah oleh ayahnya ilmu kanukragan dan ilmu kesaktian. Perlu diketahui bahwa Si Jawangkati ini adalah seorang amat sakti dari asal keturunan para wali negeri melayu. Kemudian setelah ilmu kanukragan dan ilmu kesaktian telah diturunkan oleh ayahandanya kepada Gajah Mada, genap usia 15 tahun Gajah Mada di bawalah ke pulau Jawa oleh ibunya Lailan Mangrani untuk membantu Raden Wijaya dalam kesulitan melawan para pemberontak asal dari dalam lingkungan kerajaan Majapahit. Disanalah awal kisah Patih Gajah Mada dalam peranannya membantu neneknya sendiri yakni Raden Wijaya untuk memberantas para penjahat dalam lingkungan dalam kerajaan. Leo Suryadinata menulis, Gajah Mada mengandalkan intelijensi, keberanian, dan loyalitas dalam meraih mobilitas vertikalnya. Karirnya lanjutannya adalah kepala pasukan Bhayangkara, pasukan penjaga keamanan Raja dan keluarganya. Raja yang menjadi junjungannya saat itu adalah Jayanagara yang berkuasa di Majapahit sejak 1309-1328 M. Menjadi mungkin, Gajah Mada telah meniti karir militer sejak kekuasaan Raden Wijaya, raja pertama Majapahit, dan sedikit banyak memahami spirit pemerintahannya. Jayanagara ini adalah putra pasangan Raden Wijaya dengan seorang putri Sumatera (Jambi) bernama Dara Petak. Sebab itu, darah yang mengalir di tubuh Jayanagara bukanlah pure Jawa. Anggapan yang relatif rasis ini merupakan fenomena sebuah kancah politik hegemoni dalam kekuasaan aneka suku bangsa tatkala itu. Buktinya, pernah tahun 1316 M muncul pemberontakan Nambi yang menurut gimonca.com muncul akibat sentimen "darah" Jaya Nagara tersebut. Meski pemberontakan itu berhasil dipadamkan, seolah sesuatu yang laten (faktor rasisme) 'menyala' dalam politik Majapahit ini. Tatkala Gajah Mada jadi kepala pasukan Bhayangkara, meletus pemberontakan Ra Kuti, salah satu pejabat istana tahun 1319 M. Pemberontakan ini cukup menohok, oleh sebab si pemberontak mampu menduduki ibukota. Jayanagara berikut istri Raden Wijaya dan putrinya (Tribhuwanattungadewi, Gayatri, Wiyat, dan Pradnya Paramita) mengungsi ke Bedander. Selaku kepala pasukan keamanan, Gajah Mada memastikan keamanan raja dan keluarga. Setelah dinyatakan save, ia berbalik ke ibukota guna menyusun serangan balasan. Ia meneliti kesetiaan rakyat dan pejabat Majapahit kepada Raja Jaya Nagara dengan memunculkan isu keterbunuhan raja. Menurut anggapannya, raja dan sebagian besar pejabat Majapahit menyayangkan kematian raja dan membenci perilaku Ra Kuti. Atas dasar ini, Gajah Mada menyusun serangan balasan secara kemiliteran, dan berhasil membalik keadaan. Pemberontakan Kuti pun dipadamkan. Raja dan keluarganya kembali ke ibukota. Kebijakan Jayanagara ditopang oleh kemampuan politik Arya Tadah, mahapatih Majapahit. Fokus kebijakan raja dan mahapatih ini adalah stabilitas politik dalam negeri. Jadi, Majapahit belum lagi melakukan penaklukan ke pulau-pulau "luar" Jawa. Ini mengingat Gajah Mada belum memegang peran penting di dalam pembuatan keputusan politik level negara. Atas jasanya memadamkan pemberontakan Kuti, Jayanagara menaikan status Gajah Mada dari sekadar komandan pasukan Bhayangkara menjadi menteri wilayah (patih) dua daerah kekuasaan Majapahit: Daha dan kemudian, Jenggala. Posisi tersebut cukup berpengaruh mengingat dua wilayah tersebut diwenangi oleh putri Tribuwanattunggadewi (Daha) dan Dyah Wiyat (Jenggala), dua saudari tiri Jayanagara. Jayanagara sendiri belumlah memiliki putra laki-laki selaku penerus tahta. Bukti mengenai hal ini, seperti ditulis Heritage of Java, sebuah enskripsi bernama Walandit menceritakan gelar Gajah Mada dalam kekuasaan barunya itu adalah Pu Mada. Wilayah yang diwenangi kepatihan Gajah Mada adalah Jenggala-Kediri yang meliputi Wurawan dan Madura. Loyalitas Gajah Mada terhadap Jayanagara tidaklah tetap. Versi cerita seputar perubahan loyalitas tokoh ini pada rajanya, paling tidak ada tiga. Seluruhnya berorama motif pribadi. Pertama, dari Charles Kimball yang menulis, loyalitas Gajah Mada terhadap Jaya Nagara mengalami titik balik tatkala raja mengambil istri Gajah Mada selaku haremnya. Kedua, Kitab Negara Kertagama olahan Empu Prapanca menulis, perubahan loyalitas Gajah Mada akibat mulai jatuh hatinya Raja Jayanagara terhadap dua saudari tirinya: Tribuwanattunggadewi dan Dyah Wiyat. Empu Prapanca ini akrab dengan Gajah Mada sendiri. Ketiga, novelis Langit Kresna Hariyadi, yang menulis loyalitas Gajah Mada terhadap Jayanagara berubah akibat kekhawatian Gajah Mada atas mulai berubahnya sikap raja terhadap Tribhuwanattunggadewi. Ketiga asumsi tersebut melatarbelakangi proses meninggalnya Raja Jayanagara tahun 1328. Versi meninggalnya Jayanagara pun berlatar belakang loyalitas Gajah Mada pada Jayanagara. Versi Kimball menyatakan, Gajah Mada menskenario pembunuhan atas Jaya Nagara dengan memanfaatkan tangan Ra Tanca, tabib istana. Tanca dipaksa membunuh Jaya Nagara akibat suruhan Gajah Mada dalam suatu proses pembedahan atas diri raja. Versi ini didukung pula oleh pendapat Leo Suryadinata, yang juga menulis kekecewaan Gajah Mada akibat istrinya diambil oleh raja sebagai motif asasinasi. Setelah raja meninggal, Gajah Mada menuding Tanca ini telah membunuh raja dan ia pun dieksekusi mati olehnya sendiri. Peristiwa 1328 M ini menggambarkan rumitnya politik pada aras Palace Circle. Kepentingan pribadi berbaur dengan nasib dan masa depan suatu negara. Pada masa terbunuh dan digantinya Jayanagara ini, Odoric dari Pordonone, pendeta ordo Fransiskan dari Italia mengunjungi Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Setelah terbunuhnya Jayanagara, Gajah Mada berkeras Tribhuwanattunggadewi dijadikan ratu Majapahit. Belum ditemukan bukti yang cukup seputar alasan kekerasan hati Gajah Mada atas penunjukan ini. Namun, dari analisis ras, Gajah Mada mungkin khawatir singgasana akan jatuh pada Arya Damar, keturunan Raden Wijaya dari istri yang asal Jambi. Sementara, Tribhuwanattunggadewi adalah putri keturunan Raden Wijaya asli pulau Jawa. Mungkin saja, opini yang muncul saat itu adalah putra asli atau bukan. Atau, dimungkinkan pula, dengan beralihnya kekuasaan pada ratu ini, Gajah Mada lebih leluasa dalam mengambil tindakan. Konflik suksesi ini terbukti dengan baru dilantiknya Ratu Tribhuwanattunggadewi tahun 1329, sekurang-kurangnya menurut Charles Kimball. Pemimpin perempuan Majapahit ini berkuasa sejak 1329 hingga 1350 M. Pada fase ini, Majapahit memulai fase penaklukannya. Mahapatih Arya Tadah pensiun tahun 1329 M, dan praktis posisi tersebut jatuh ke tangan Gajah Mada. Tribhuwanattunggadewi sangat mendukung program-program Gajah Mada. Tahun 1331 M meletus pemberontakan Sadeng dan Keta, di wilayah timur Pulau Jawa. Gajah Mada mengirim ekspedisi militer ke sana dan berhasil memadamkan pemberontakan wilayah tersebut. Ra Kembar, salah satu bangsawan dan pejabat Majapahit berusaha menutup jalan pasukan Gajah Mada ke wilayah Sadeng, baik secara politik maupun militer.
Dimana Gajah Mada Wafat….? 
Beberapa referensi menyebutkan bahwa Gajah mada wafat tahun 1364 M, akibat diasingkan dan dihianati oleh Hayam Wuruk sebagai suatu buntut peristiwa BUBAT dimana Gajah Mada di singkirkan ke wilayah Madakaripura dan hidup Gajah Mada di wilayah itu asketis (setabasri01.blogspot.com) Terdapat sejumlah tulisan yang menyebut bahwa ia menderita sakit ataupun dibunuh oleh Raja Hayam Wuruk (Rajasanagara) sendiri yang khawatir akan pengaruh politik Gajah Mada yang sedemikian kuat di Majapahit. Penaklukan Majapahit usai. Setelah tragedi Bubat ini, Hayam Wuruk mengarahkan politiknya ke arah stabilitas dalam negeri. Memang muncul beberapa pemberontakan di pulau "luar" seperti dari Palembang, yang minta bantuan Kekaisaran Cina untuk mengimbangi kuasa Majapahit. Namun, begitu pasukan Cina datang ke Palembang, wilayah itu sudah ditangani pasukan Majapahit dan ekspedisi Cina itu pun diluluhlantakkan. Dalam pandangan spiritual penulis Gajah Mada tidak dibunuh oleh Hayam Wuruk, namun dia begitu melihat sudah tak ada lagi kepercayaan dari sang Raja, dia menggunakan taktiknya untuk menghilangkan diri dari wilayah pengasingannya dengan diam-diam dia berangkat dengan membawa pasukan atau prajuritnya yang setia sampai mati sebanyak 40 orang berlayar menuju negeri asal kelahirannya yakni pulau Buton. Setelah melalui perjalanan panjang dari pulau Sumatera menuju pulau Buton Gajah Mada dan rombongan prajuritnya melewati kepulauan tukang besi yang sekarang dikenal dengan Wakatobi. Perlu diketahui bahwa Gajah Mada adalah seorang sakti mandraguna sebagaimana kesaktian yang dimiliki oleh ayahnya Si Jawangkati sehingga dalam perjalannya pulau ke pulau Buton dia dituntun secara ghaib dan mendapatkan petunjuk-petunjuk spiritual. Oleh karena itu setelah melewati pulau Wangi-Wangi, Gajah Mada singgah dengan prajurit setianya sebentar disalah satu pulau kecil di bagian barat kepulauan Wangi-Wangi dengan memasang simbol-simbol disana. Pada saat rombongan Gajah Mada singgah di pulau ini dia disambut dengan baik oleh penghuni yang sudah lama mendiami pulau kecil ini diperkirakan pertengahan Abad XI yang tak lain adalah merupakan para hulubalang dan bajak laut (bajak laut tobelo). Para bajak laut di pulau ini terdiri dari sebagian besar adalah para prajurit Raja Khan yang berkuasa di Kamaru pertengahan abad IX dan sebagian asal Mingindanau, Papua, Tobelo, Lanun, Balangingi. Setelah beberapa saat Gajah Mada menyinggahi pulau kecil ini dalam pelariannya ke pulau Buton, akhirnya berdasarkan petunjuk ghaib, Gajah Mada memutuskan untuk wafat di pulau ini, sementara ke 40 prajurit setianya diperintahkan untuk melanjutkan perjalannya menuju pulau Buton dengan maksud agar kerahasiaan Maha Patih Gajah Mada yang amat sakti ini tetap terjaga. Gajah Mada akhirnya di pulau kecil sebelah barat wangi-wangi tersebut memutuskan untuk melakukan tapah brata didalam sebuah gua di wilayah Togo Mo'ori yang mana situasi gua tersebut didalamnya datar tembus ke laut dalam dan disanalah Maha Patih Gaja Mada meninggalkan alam maya padah ini dalam keadaan duduk bersemedi dengan salah satu bagian tangannya menggenggam cakram sebagai salah satu senjata andalannya. Bukti-bukti ontologisme dari salah seorang tua pertapa yang pernah menemukan Gajah Mada dalam gua ini pernah menkisahkan secara terbatas dalam kalangan keluarga tertentu di pulau wangi-wangi, karena ada rasa ketakutan luar biasa ketika melihat sosok orang tak bergerak dalam keadaan duduk bersemedi dalam sebuah bagian gua di pulau kecil tersebut. Selain itu bukti-bukti secara artifak sejarah yang belum terpublikasi dan hanya dikonsumsi dari kalangan metafisis penduduk salah satu desa yang terdapat di pulau wangi-wangi telah diriwayatkan oleh leluhurnya secara turun temurun adanya segumpal batu muncul kepermukaan laut ketika air laut surut dan batu ini dinamai batu Mada. Pengamatan secara spiritual setelah melalui pemantauan khusus secara metafisis, menunjukkan bahwa keberadaan batu Mada ini merupakan simbol yang sengaja dibuat oleh Gajah Mada, dimana dibawa batu tersebut diperkirakan merupakan penyimpangan sebuah selendang warna kuning yang konon dikisahkan sebagai selendang sakti.
Sedangkan ke 40 orang prajurit setianya berlabuh di Batauga salah satu wilayah pulau Buton terdekat dari kepulauan wangi-wangi, dan merekapun setelah tiba di wilayah ini tidak begitu lama berselang kemudian mencari sebuah gua yang lebar dan luas. Dan di dalam gua inilah ke 40 orang prajurit setia Maha Patih Gajah Mada melakukan semedi berbulan-bulan sampai mereka semua meninggal secara bersamaan dan terkubur secara alamiah di dalam gua ini. Keberadaan Gua ini di Batauga di kenal dengan nama Gua Mada tepatnya terdapat di desa Masiri, kampung Mada di Batauga pulau Buton. Berdasarkan kisah konseptual, spiritual dan ontologisme riwayat Maha Patih Gajah Mada, maka postulat dapat disimpulkan bahwa Gajah Mada merupakan anak pertama dari Si Jawangkati dengan ibu bernama Lailan Mangrani yang tak lain adalah anak perempuan dari Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit. Si Jawangkati adalah salah seorang mia patamiana wolio yang pada zamannya dia memiliki kesaktian yang luar biasa dan disegani dikalangan penguasa pada saat itu. Masih diperlukan penelitian secara aksiologis untuk menguak tabir kisah Maha Patih Gaja Mada yang penuh dengan misterius selama ini oleh para ahli antropolog budaya, ahli ethnologis, ahli arkiologis dan ahli sejarah guna mendapatkan suatu naskah sejarah Indonesia yang benar sekaligus mengangkat harkat dan martabat orang-orang buton pada zamannya.

*). Penulis adalah Ketua Umum Lembaga KABALI (bergerak sibidang pelestaran nilai-nilai tradisi, sejarah dan budaya Keraton Liya).

PRESIDEN PERTAMA REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO BERDARAH ASLI ASAL PULAU BUTON DARI KETURUNAN KINIPULU BULA

Rabu, 29 September 2010

"PRESIDEN PERTAMA REPUBLIK INDONESIA SOEKARNO BERDARAH ASLI ASAL PULAU BUTON DARI KETURUNAN KINIPULU BULA"
Oleh : Ali Habiu

Presiden Soekarno
Kisah biografi Soekarno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia versi yang berkembang dikalangan tertentu golongan para bangsawan buton dan Masyarakat dalam lingkungan tertentu di pulau Buton mengatakan bahwa Soekarno merupakan ayah biologis dari seorang bangsawan dari lingkungan istana kesultanan Buton yang karena sesuatu kekecewaan tidak terpilih menjadi sultan, dia mengasingkan diri di pulau Bali. Menurut La Ode Abdul Rasyid anak dari salah seorang Kapitanlau Loji yang saat ini bekerja sebagai staf bagian personalia Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Sulawesi Tenggara menyebutkan bahwa ayah biologis Soekarno itu bernama La Ode Muhammad Idris yang tak lain merupakan cucu dari Kinipulu Bula. Hal ini didasarkan atas riwayat keluarga Kapitalau Loji mengetahui bahwa cucu Kinipulu Bula dari asal keturunan mereka bernama La Ode Muhammad Idris pernah kawin di pulau Bali namun sejauh ini belum ada pihak keluarga menelusuri lebih jauh eksistensi perkawinan tersebut. Demikian pula kisah ini pernah dikemukakan oleh DR (HC) La Ode Unga Wathullah di Makassar sekitar tahun 1980-an kepada penulis bahwa Soekarno itu merupakan orang Buton yang lahir di Bali dan karena sesuatu perasaan dendam dengan Buton, dia telah berjanji untuk tidak sama sekali menginjakkan kakinya di pulau Buton, kecuali bila ada urusan dan keperluan ketika semasa perjuangan persiapan kemerdekaan Indonesia dengan sultan Buton maka dia sempatkan bertemu dengan sultan Buton di Benteng Port Rotterdam Makassar. Untuk memperjelas sedikit kisah ini, pada hari Jumat Kliwon tanggal 13 November 2009 penulis sengaja berkunjung kerumah Bapak La Ode Moane Oba tinggal disamping jalan Bunga Kana Kendari, dia salah seorang Tim Kerja penyusunan sejarah Oputa Yikoo atau sultan Himayatudin yang merupakan sultan ke-20 dari susunan kesultanan Buton untuk mengusulkan ke Pemerintah Republik Indonesia agar mendapat gelar kepahlawanan atas perjuangannya melawan Belanda pada tanggal 24 Februari 1755, mengatakan bahwa pada sekitar bulan Juli 2007 lalu pernah dia didatangi bertandan kerumahnya oleh kerabat dekat yang masih hubungan keluarga, yakni salah seorang pengurus DPP Hanura pusat yang bernama Dr.La Ode Supri Asadi atau sering dipanggil Dr. Upi yang tak lain merupakan anak pertama dari La Ode Asadi (almarhum) yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Muna Sulawesi Tenggara. Dia datang khusus ke rumahnya untuk menceritakan asal muasal Sokarno.

Dr. Upi mengatakan bahwa pada tahun 1970-an di Jakarta pernah ayahnya diceritakan oleh guru Ali (nama panggilan) adalah seorang guru pada Sekolah Dasar Lawele Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, yang mana dia lari meninggalkan pulau Buton menuju Jakarta ketika terjadi move peristiwa tahun 1969 tentang issue Partai Komunis Indonesia di pulau Buton yang dikumandangi oleh Letkol Arifin Sugiyanto. Dikatakan dengan sangat yakin tanpa ragu-ragu bahwa Soekarno itu merupakan orang Buton. Untuk mengecek kebenaran kisah ini maka sekitar pertengahan tahun 1970-an di Jakarta guru Ali melalui perantara La Ode Asadi dipertemukan dengan La Ode Muhammad Tooha. Dan selanjutnya La Ode Muhammad Tooha (Lakina Kumbewaha) mengantar langsung guru Ali ke rumah kediaman Sukmawati Soekarno Putri. Setelah ketemu dan melakukan konfirmasi masalah kisah tersebut dengan Sukmawati Soekarno Putri yang merupakan anak ke-empat dari Presiden Republik Indonesia Pertama Soekarno dari ibunya bernama Fatmawati, maka seketika itu juga Sukmawati Soekarno Putri mengatakan bahwa :… “pernah Bapak (Soekarno) menceritakan kepada mereka (sekeluarga) bahwa kakeknya adalah seorang haji yang tinggal di pulau Buton”… “Dan mereka akui bahwa nenek mereka itu berasal dari pulau Buton”.

Sukmawati Soekarno Putri
Dan setelah mengatakan itu semua, Sukmawati menambahkan bahwa Soekarno melarang lagi mereka semua untuk mengingat itu semua dengan alasan bahwa mereka sudah tinggal dan besar di pulau Jawa. Berdasarkan informasi ini, La Ode Muhammad Tooha dan guru Ali mengadakan penyelidikan dan konfirmasi sejarah, maka setelah didapat titik terang maka disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan seorang haji adalah haji Pada. Namun demikian penafsiran haji Pada dimaksud belum bisa dibuktikan secara epistemologis, mengingat bahwa orang-orang sakti pada zamannya di pulau Buton yang memiliki gelar haji dimana mereka dapat pulang pergi hanya sekejap mata di atas sajadah sudah dapat menghilang dan muncul begitu saja di tanah Mekkah bukan saja haji Pada tapi juga bisa Saidi Rabba atau Kinipulu Bula yang dikenal dengan nama Syech Haji La Ode Ganiyu. Setelah penulis mendengarkan cerita tersebut, lantas seketika penulis terkesima dan mengatakan bahwa yang dimaksud Sukmawati Soekarno Putri tersebut bahwa neneknya seorang haji dari pulau Buton yang benar adalah Syech haji La Ode Ganiyu. Dan La Ode Moane Oba yang sedang menceritakan kisah ini kepada penulis terkesima mendengarkan penjelasan saya dan mengatakan bahwa mungkin itu benar!?. Penulis ceritakan kepada La Ode Moane Oba bahwa pada tahun 1981 sampai 1982 lalu di Makassar pernah terjadi hampir selama tiga bulan berturut-turut setiap habis selesai shalat Magrib, penulis masuk duduk di ranjang (tempat tidur) dan secara ghaib langsung ditemani oleh Soekarno untuk berdialog dan sekaligus diajarkan tentang ilmu Negara dan Ketatanegaraan Indonesia. Selang waktu dialog pengajaran berlangsung antara 15 sampai 25 menit, selama proses dialog napas penulis terasa sesak dan agak berat, namun dialog cukup berjalan lancer. Kejadian semua ini atas perkenan dan izin Allah Subhana Wata’ala. Dia (Soekarno) memperkenalkan kepada penulis bahwa ghaib yang mengikuti dirinya atau roh yang sering menemani dirinya adalah Kinipulu Bula. Kinipulu Bula dikalangan petinggi kesultanan Buton dikenal dengan nama Syech haji La Ode Ganiyu, orang ini tergolong manusia langkah asal keturunan para wali di pulau Buton dan selama hidupnya pernah menjadi imam masjidil haram di Mekkah selama 7 tahun berturut-turut dan pernah menjadi dosen tamu atau dosen luar biasa pada Universitas Al zhar Mesir dan disana pernah menulis sebuah buku yang sangat terkenal berjudul” “AJONGA INDAMALUSA”. Buku ini pada zamannya sangat digemari oleh para golongan tassauf dikalangan bangsa arab dan sayang sekali buku ini tidak bisa dijumpai di Indonesia dan sekarang ini sudah hilang di perpustakaan Universitas Al Azhar kecuali tinggal katalognya.






Soekarno Ikut Kehebatan Siapa...?

Dalam kisah terbatas dikalangan masyarakat tertentu pulau Buton, dikisahkan bahwa ayah biologis Soekarno itu yakni Laode Muhammad Idris yang tak lain adalah cucu dari Syech Haji La Ode Ganiyu merupakan orang yang disegani dikalangan petinggi kesultanan Buton karena dia disamping ahli kanuk ragan, juga dia ahli perang, ahli sejarah dan budaya, ahli kebatinan juga ahli agama. Ketika terjadi peristiwa pemilihan calon Sultan Buton ke-33, dia sangat kecewa atas proses pemilihan sultan karena menurutnya mestinya dialah sebagai sultan Buton ke-33, namun ketika itu dia dihianati oleh kelompok petinggi dari Ba’dia, Keraton/Wajo. Dia juga semenjak pertengahan tahun 1800 sudah tidak menyenangi sistem Sa’ra yang dijalankan dalam lingkungan keratin Buton karena hanya dimonopoli oleh kelompok-kelompok tertentu dari kalangan asal Ba’dia dan Keraton. Sebagai akibat dari kekecewaannya itu, Pada tahun 1898 dia melarikan diri dan mengasingkan diri ke pulau Bali tepatnya di Buleleng dengan pergi meninggalkan pulau Buton ikut dengan kapal perahu pedagang (sope-sope) membawa hasil-hasil laut pulau Buton. Dipermukiman dipesisir pantai Buleleng pulau Bali ketika itu banyak dihuni oleh orang-orang Buton para saudagar perahu dan pedagang dan tinggal disana. Disalah satu tempat saudagar itulah ayah biologis Soekarno yang bernama La Ode Muhammad Idris tinggal sementara sambil menenangkan dirinya akibat dari kekecewaannya atas penghianatan yang diterima oleh kelompok petinggi asal Ba’dia, Keraton/Wajo sehingga dia tidak terpilih menjadi sultan ke-33 Buton dan sangat tidak suka dengan sistem Sa’ra yang dijalankan dalam lingkungan Keraton Buton.
Dalam pengasingannya di Buleleng Bali, dia sering setiap waktu melihat anak gadis dengan paras cantik merupakan anak petinggi Kerajaan yang bernama Nyoman Pesek. Rupanya anak gadis dengan paras cantik ini bernama Ida Ayu Nyoman Rai dengan nama panggilan Srimben yang merupakan anak kedua Nyoman Pesek dengan ibunya bernama Ni Made Liran. Maka selang beberapa waktu, diapun memberanikan diri untuk menghadap ayah anak gadis cantik tersebut yang tak lain bernama Nyoman Rai Srimben atau Ida Ayu Nyoman Rai dan sekaligus mengemukakan hajatnya untuk melamar anak gadis tersebut. Ayah anak gadis tersebut sangat marah ada orang berani melamar anak gadisnya tanpa dia ketahui asal muasal keturunannya. Sang ayahpun berkata : “kok kamu beraninya melamar anak saya sendiri!, kamu dari keturunan mana?. Dia mengatakan bahwa saya suka anak Bapak dan mau jadikan istri…, Saya dari Buton, asal keturunan bangsawan Buton!. Ayah Ida Ayu Nyoman Rai tak percaya, dan sang ayah mengatakan mana tanda-tanda yang bisa meyakinkan bahwa kamu adalah orang dari asal Bangsawan Buton?. Karena dia ditolak, maka diapun pulang kembali keperkampungan nelayan di Buleleng sambil berpikir apa yang mesti dia lakukan agar sang ayah bisa percaya dia bahwa dia adalah anak Bangsawan dari Buton. Karena dia (La Ode Muhammad Idris) adalah juga memiliki garis keturunan para wali, maka diapun dengan mudah mendapat petunjuk ghaib untuk meyakinkan ayah dari Ida Ayu Nyoman Rai tersebut. Maka beberapa hari kemudian dibawahnya keris pusaka sakti (To'bo) pulau Buton berkepala burung dan langsung kembali menuju kediaman Nyoman Rai Srimben untuk menemui Nyoman Pesek dalam meyakinkan bahwa dia adalah keturunan bangsawan pulau Buton. Dan setelah ketemu dengan sang ayah, maka diperlihatkanlah keris sakti pusaka leluhurnya dari pulau Buton dan alangkah kagetnya sang ayah melihat keris tersebut sama seperti keris yang sering dibawah oleh sultan Buton bila sedang ada acara pertemuan antar kerajaan baik dilakukan di pulau Bali maupun di Makassar. Dan seketika itu juga sang ayah sangat yakin dan mengatakan bahwa saya percaya kamu adalah keturunan bangsawan pulau Buton.
Dalam kisah singkatnya, maka kawinlah La Ode Muhammad Idris dengan Ida Ayu Nyoman Rai dan tak lama kemudian lahirlah Soekarno kecil di Buleleng pulau Bali (6 Juni 1901). Namun masa kebahagiaan mereka hanya berlangsung singkat selama lebih kurang tiga tahun lamanya. Kemudian karena sesuatu hal penting terjadi masalah perselisihan antar golongan bangsawan di Pemerintahan Kesultanan Buton antara tahun 1911 sampai 1914, maka ketika itu diutuslah petinggi khusus istana untuk pergi mencari sekaligus menjemput La Ode Muhammad Idris karena hanya dengan keahliannya dapat menyelesaikan perselisihan antar golongan yang terjadi tersebut. Maka pulanglah ayah biologis Soekarno yang diperkirakan usia Soekarno kecil baru menginjak tiga tahunan. Selama La Ode Muhammad Idris meninggalkan Buleleng Bali kembali ke pulau Buton tak ada kabar berita juga tidak menafkahi lahir dan bathin Ida Ayu Nyoman Rai. Maka diapun hidup sendiri membesarkan Soekarno kecil hingga usia Soekarno menginjak lima tahunan. Waktupun berjalan, Ida Ayu Nyoman Rai melalui perantara sahabat dekatnya bernama Made Lestari memperkenalkan dia dengan seorang guru bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Dan selanjutnya bapak ini menaruh hati dan jatuh cinta dengan Ida Ayu Nyoman Rai lalu dibawah larilah ibu Soekarno kecil itu ke Surabaya yang hampir saja menimbulkan pertumpahan darah akibat dari persitiwa ini. Dan Raden Soekemi inilah yang pada akhirnya menjadi ayah Soekarno dan yang telah membesarkannya sebagaimana diriwayatkan dalam lembaran sejarah Indonesia.
Dalam pemaparan kisah ini walaupun masih dalam diskripsi primordial dalam konteks ontologis, namun diharapkan ada pihak-pihak yang dapat menindaklanjuti secara aksiologis untuk menelitinya secara konprehensif. Oleh karena itu masih diperlukan penelitian mendalam lebih lanjut yang dilakukan oleh para ahli sosiologis kontemporer, para ahli sejarah dan budaya, para ahli ethonologis sehingga diharapkan dapat menguak tabir dibalik kisah ini sekaligus dapat memberikan diskripsi sejarah Indonesia yang benar mengenai asal muasal keturunan Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia agar masyarakat Indonesia dapat mengetahui kebesaran pulau Buton pada zamannya.

sumber informasi : bumibuton